Selasa, 26 Maret 2013

AKUTANSI PERUSAHAAN MANUFAKTUR

AKUTANSI UNTUK PERUSAHAAN MANUFAKTUR A. PENDAHULUAN Perusahaa manufaktur yang tidak begitu besar dan sederhana pross produksinya,kadang-kadang menggunakan sistem akuntansi yang sederhana yang didaarkan pada sistem persediaan periodik.pecatatan persedian yang digunakan dalam proses produksi,penentuan barang yag masih dalam proses,dan barang yang terjual,didasarkan pada peritungan fisik periodik yang biasanya dilaukan pada akhir tahun.Dalam sitem seperti ini,perhitungan fisik sangat dominan untuk meetuan persediaan akhir,dan jumlah yang digunakan atau dijual selama periode.istem akuntansi seperti di gambarkan di atas disebut sistem akuntansi umum (general accounting system).Sistem akuntansi untuk operasi manufaktur yang didasarkan pada persediaan perpetual disebut system akuntansi biaya(cost accounting system).sistem akuntasi untuk operasi manufaktur yang didasarkan pada persediaan perpetual disebut sistem akuntasi biaya (cost acconting system) B. PERBEDAAN POKOK AKUNTASI UNTUK PERUSAHAAN DAGANG DENGAN AKUNTASI UNTUK PERUSAHAAN MANUFAKTUR Perbedaan yang terdapat dalam akuntasi untuk perusahaan manufaktur dengan perusahaan dagang,disebabkan oleh adanya perbedaan dalam sifat operasinya.ciri pokok operasi perusahaan dagang adalah menjual barang dagangan tanpa mengolah lebih dahulu barang yang dibelinnya.dengan perkataan lain perusaahaan dagang tidak melakukan proses produksi,sehingga barang yang dibeli langsung dijual.dengan demikian penentuan harga pokok barang yang dibeli maupun dijual dalam perusahaan dagang relative mudah.operasi perusahaan manufaktur tidak sesederhana perusahaan dagang,karena perusahaan manufaktur membuat sendiri barang yang akan dijualnya.Dalam perusahaan manufaktur,penentuan harga pokok barang yang diproduksi dan harga pokok penjualan harus melalui beberapa tahapan yang lebih rumit.perusahaan manufaktur harus menggabungkan harga bahan yang dipakai,dengan biaya tenaga kerja dan biaya produksi lain untuk dapat menentukan harga pokok barang yang siap untuk dijual. Untuk memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai perbedaan ini,marilah kita bandingkan harga pokok penjualan dalam laporan rugi-laba perusahaan dagang degan laporan rugi-laba perusahaan manufaktur. Perusahaan dagang Perusahaan manufaktur Harga pokok penjualan :……………. Harga Pokok Penjualan :………….. Pers Awal brg dagangan…….Rp 14.200,00 Pers. Awal Barang Jadi………Rp 11.200,00 Pembelian bers………………Rp 34.150,00 Harga Pokok Produksi (Lihat La- Poran Harga Pokok Produksi) Rp 170.500,00 Barang tersedia dijual……..Rp 48.350,00 Barang Tersedia Dijual…….Rp.181.700,00 Pers. akhir brg dagangan…..Rp 12.100.00 Pers Akhir Barang Jadi…….Rp. 10.300,00 Harga pokok penjualan…….Rp 36.250.00 Harga pokok penjualan……Rp.171.400,00 Perbedaan ini timbul karena perusahaan dagang langsung menjual barang yang dibelinya,sedangkan peusahaan manufaktur harus membuat dulu barang yang akan dijualnya. Laporan harga pokok produksi menujukkan biaya untuk menghasilkan produk yang dihasilkan perusahaan manufaktur.Adanya perbedaan catatan dan teknik yang digunakan dalam akuntansi untuk biaya-biaya ini,menyebabkan timbulnya perbedaan dalam karakteristik akuntansi perusahaan manufaktur. ELEMEN-ELEMEN BIAYA PRODUKSI Dalam proses produksi untuk menghasilkan suatu produk,perusahaan manufaktur biasanya mengeluarkan berbagai macam biaya.Biaya yang beraneka ragam tersebut dapat dikelompokan menjadi 3 golongan besar,yakni :bahan langsung,tenaga kerja langsung,dan overhead pabrik. Bahan Langsung Bahan yang digunakan dan menjadi bagian dari produk jadi disebut bahan langsung.sebagai contoh,bahan langsung dalam sebuah pabrik sepatu terdiri dari kulit,kain,benang,paku,dan lem. Bahan langsug harus dibedakan dari bahan tak langsung yang meliputi bahan-bahan perlengkapan pabrik seperti minyak dan oli mesin,bahan bakar dan sebagainya.bahan tak langsung digunakan dalam proses produksi,tetapi tidak menjadi bagian dari produk jadi.oleh karena itu,biaya bahan tak langsung menjadi sukar untuk ditelusuri ke unit barang tertentu atau proses tertentu. Barang-barang yag dibeli perusahaan untuk digunakan dalam proses produksi disebut bahan baku (raw material).biasanya bahan baku digunakan dalam proses produksi,seperti halnya bahan langsung.pada saat dibeli bahan tersebut didebet ke rekening pembelian bahan baku.akan tetapi jika bahan yang dibeli tersebut akan digunakan sebagai bahan tak langsung,maka rekening yang digunakan adalah perlengkapan pabrik. Tenaga kerja langsung Tenaga kerja yang terlibat langsung dalam proses mengubah bahan menjadi produk jadi disebut tenaga kerja langsung.tenaga kerja tak langsung digunakan dalam proses produksi tetapi tidak bias dihubungkan atau diterapkan pada suatu produk tertentu.oleh karena itu tenaga kerja tak langsung tidak dapat dengan mudah dihubungkan atau dibebankan pada unit atau proses tertentu. Contoh tenaga kerja tak langsung adalah tenaga pengawas,tenaga pemeliharaan mesin,dan tenaga pembersih. Rekening yang digunakan untuk mencatat biaya tenaga kerja langsung dalam system akuntansi umum disebut tenaa kerja langsung.Sedangkan biaya kerja tak langsung dicatat dalam satu atau beberapa rekening tenaga kerja tak langsung. Overhead Pabrik Biaya-biaya produksi lain,selain bahan langsung dan tenaga kerja langsung disebut overhead pabrik.Biaya-biaya ini disebut juga biaya produksi tak langsung.contoh biaya overhead pabrik Contoh overhead pabrik Tenaga kerja tak langsung Biaya listrik pabrik Bahan tak langsung : Biaya gas pabrik Bahan Pembersih Depresiasi mesin dan peralatan Bahan Pelumas (oil dll) Amortisasi hak paten Bahan bakar (solar dll) Penghapusan alat-alat kerja kecil Reparasi gedung dan peralatan pabrik Asuransi tenaga kerja Asuransi peralatan pabrik Pajak penghasilan tenaga kerja Pajak bangunan pabrik Pabrik HARGA POKOK PRODUK DAN BIAYA PERIODE Dalam perusahaan manufaktur terjadi baik biaya periode maupun harga pokok produk.Harga pokok produk dikeluarkan untuk tujuan mendapatkan barang dagangan atau menghasilkan produk jadi. C. REKENING – REKENING KHUSUS DALAM PERUSAHAAN MANUFAKTUR Rekening-rekening dalam buku besar sebuah perusahaan manufaktur, biasanya lebih banyak dibandingkan dengan rekening buku besar sebuah perusahaan dagang. Hal ini disebabkan oleh sifat operasi perusahaan manufaktur yang lebih kompleks bila dibandingkan dengan perusahaan dagang. Rekening yang khusus dijumpai dalam perusahaan manufaktur, antara lain: Perlengkapan Pabrik, Biaya Pemakaian Perlengkapan Pabrik, Persediaan Bahan Baku, Persediaan Barang dalam Proses, Persediaan Barang Jadi, dan Barang dalam Proses. Berikut ini akan dijelaskan beberapa rekening yang biasa dijumpai dalam perusahaan manufaktur. Rekening Pembelian Bahan Baku Perusahaan menggunakan sistem akuntansi umum untuk kegiatan manufakturnya, maka semua biaya bahan langsung dicatat dengan mendebet rekening Pembelian Bahan Baku. Apabila perusahaan menggunakan sistem voucher, maka dalam voucher register bisa disediakan kolom khusus untuk pendebetan ke dalam rekening pembelian Bahan Baku. Rekening Ikhtisar Biaya Produksi Dalam perusahaan manufaktur biasanya digunakan satu buah rekening untuk menampung pembebanan semua biaya produksi, baik biaya produksi langsung maupun tidak langsung. Rekening Persediaan Bahan Baku Perusahan menggunakan sistem akuntansi umum, maka persediaan bahan baku yang ada dalam persediaan (yang ada di gudang) harus ditentukan dengan cara melakukan perhitungan fisik atas persediaan. Jumlah persediaan yang ditentukan melalui perhitungan fisik tersebut, kemudian melalui jurnal penutup dicatat ke dalam rekening Persediaan Bahan Baku. Jumlah saldo pada akhir periode yang nampak dalam rekening ini, akan menjadi saldo awal untuk periode berikutnya. Rekening Persediaan Barang Dalam Proses Setiap perusahaan manufaktur biasanya mempunyai sejumlah barang yang masih berada dalam proses pengerjaan. Barang-barang yang masih dalam keadaan belum selesai dikerjakan yang ada pada akhir periode disebut persediaan barang dalam proses. Rekening Persedian Barang Jadi Persediaan barang jadi dalam perusahaan manufaktur hamper sama dengan persediaan barang dagngan dalam sebuah perusahan dagang, keduanya merupakan barang yang sudah siap untuk dijual. Perbedaanya ialah bahwa persedian barang dagangan diperoleh malalui pembelian, sedangkan persediaan barang jadi diperoleh melalui proses produksi. LAPORAN RUGI LABA PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR Laporan rugi-laba pada perushaan manufaktur mirip dengan laporan rugi laba pada perusahaan dagang. Keduanya melaporkan pendapatan (penjualan), biaya penjualan dan biaya umum & administrasi. Namun pada bagian harga pokok penjualan nampak perbedaan yang agak menonjol. Dalam laporan rugi-laba perusahaan manufaktur, “Pembelian” diganti dengan “Harga Pokok Produksi” dan “Persediaan Barang Dagangan” diganti dengan “Persediaan Barang Jadi” Laporan harga pokok produksi Elemen-elemen biaya produksi terdiri dari biaya bahan langsung, biaya tenaga kerja langsung dan biaya overhead pabrik. Laporan harga pokok produksi dirancang untuk memberikan informasi mengenai biaya-biaya tersebut, seperti terlihat dalam gambar 10-5 (Buku Hlm.10-5). Dalam laporan tersebut nampak bahwa bagian 1 lapora harga pokok produksi menunjukkan biaya pemakaian bahan langsung. Format bagian 1 ini mirip sekali dengan format harga pokok penjualan pada laporan rugi-laba perusuhaan dagang. Bagian 2 menunjukkan biaya tenaga kerja langsung, sedangkan bagian 3 menunjukkan biaya overhead pabrik. Apabila biaya overhead pabrik tidak terlalu banyak jenisnya, maka biaya-biaya tresebut dapat didaftar dalam laporan harga pokok produksi seperti nampak dalam gambar 10-5. Akan tetapi iika jenis barang overhead cukup banyak, maka dalam laporan harga pokok produksi hanya dilaporkan total biaya overhead, sedangkan rincian biaya overhead dapat dilaporkan dalam suatu daftar tersendiri yang merupakan lampiran dri laporan harga pokok produksi. Bagian 4 merupakan bagian akhir dari laporan harga pokok produksi. D. NERACA LAJUR PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR Lihat halaman 418 ( Buku Al Haryono Jusuf ) Seperti terlihat dalam neraca lajur pada gambar 10-6,kolom “Neraca Saldo Setelah Disesuaikan”dapat dihilangkan untuk menghemat ruang dan waktu penngerjaan.Neraca lajur dibuat perusahaan dengan tujuan: 1. Untuk melihat pengaruh penyesuaian atas rekening-rekening sebelum membuat penyesuaian dalam jurnal dan membukunya ke dalam rekening yang bersangkutan. 2. Memisah-misahkan rekening-rekening (setelah disesuaikan) berdasarkan laporan yang akan menjadi tempat pelaporan masing-masingrekening. 3. Menghitung dan menguji keteletian perhitungan laba bersih. PERBEDAAN NERACA LAJUR PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR DAN PERUSAHAAN DAGANG Apabila kita bandingkan antara neraca lajur pada sebuah perusahaan manufaktur deenga neraca lajur pada perusahaan dagang (lihat Bab 7 Dasar-dasar Akuntansi jilid 1),terlihat bahwa dalam neraca lajur perusahaan manufaktur terdapat sepasang kolom tambahan, yaitu kolom “Laporan Harga Pokok Produksi”. Seperti telah diterangkan di atas, dalam perusahaan manufaktur diperlukan laporan tambahan yanag disebut laporan harga pokok produksi. Penambahan kolom tersebut dalam neraca lajur dimaksudkan agar penyusunan laporan harga pokok produksi dapat dilakukan dengan mudah,seperti halny laporan rugi-laba dan neraca. Pembutan dan pengerjaan kolom penyesuaian pada prisipnya tidak berbeda dengan perusahaan dagang. Begitu pula cara pengerjaan bagian lain dari neraca lajur, tremasuk penentuan rugi-laba pada perinsipnya sama dengan pengerjaan neraca lajur dalam perusahaan dagang. PENYUSUNAN NERACA LAJUR PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR Penyusunan neraca lajur pada perushaan manufaktur dimulai dengan memasukkan saldo-saldo rekening yang belum disesuikan ke dalam kolom “Neraca Saldo”.selanjutnya dimasukkan juga penyesuaian yang diperlukan pada kolom “penyesuian”. Informasi untuk Penyesuaian PT Semeru Penyesuaiaan yang nampak pada neraca lajur (Gambar 10-6) di atas dibuat berdasarkan informasi sebagai berikut : (a) Kerugian piutang ditaksir 0,5% dari penjualan, atau Rp 1.550,00. (b) Pemakaian perlengkapan kator Rp 100,00. (c) Pemakaian perlengkapan pengangkutan Rp 250,00 (d) Pemakaian perlengkapan pabrik Rp 500,00.Disamping itu dipakai pula bahan baku seharga Rp 100,00 sebagai perlengkapan pabrik. (e) Biaya ansuransi pabrik periode ini Rp 1.100,00, dan biaya asuransi biaya peralatan angkutan Rp 300,00. (f) Peralatan kerja yang masih ada berjumlah Rp 1.100,00.Pemakaian peralatan kerja pada Pt Semeru diperlukan seperti halnya pemakaian perlengkapan pabrik. (g) Depresiasi peralatan angkutan Rp 2.100,00. (h) Depresiasi perlengkapan kantor Rp 200,00. (i) Depresiasi mesin pabrik Rp 3.500,00. (j) Depresiasi gedung pabrik Rp 1.800,00. (k) Amortisasi paten per tahun adalah 1/17 dari harga perolehan hak paten atau Rp 800,00. (l) Pada akhir tahun,upah yang harus di bayar terdiri dari : tenaga kerja langsung Rp 400,00; tenaga kerja tak langsung Rp 60,00; dan upah pegawai pengangkutan Rp 80,00.Karyawan lainya dibayar secara bulanan pada tiap akhir bulan. (m)Masih harus bayar bunga atas utang wesel Rp 2.000,00. (n) Pajak penghasilan berjumlah Rp 32.600,00. Memasukan Saldo setelah Disesuaikan ke dalam Kolom Laporan yang Sesuai di Nerca Saldo Setelah penyesuaian selesai di kerjakan,tahap berikutnya adalah mengabungkan saldo dalam kolom Neraca saldfo dalam kolom Penyersuian (kalau ada), dan memasukkan hasilnya dalam kolom laporan yang sesuai.Pos-pos yang dimasukkan kedalam Harga Pokok Produksi terdiri dari bahan baku,persediaan barang dalam proses, tenaga kerja langsung,dan semua biaya yang termasuk dalam overhead pabrik.Pos-pos yang di cantumkan dalam kolom laporan Rugi-Laba terdiri dari persediaan awal barang jadi,pendapatan,biaya penjualan,biaya umum dan administrasi,dan biaya lainya.Pos-pos lainya dilaporkan kedalam neraca (aktiva, kewajiban, dan modal). Memasukkan Jumlah Persedian Akhir Setelah pos-pos dalam neraca saldo yang telah disesuaikan dimasukkan ke dalam kolom-kolom untuk laporan yang sesuai di neraca lajur,maka tahap berikutnya adalah memasukkan jumlah-jumlah persediaan akhir ke dalam neraca tersebut. Oleh karena persediaan bahan baku dan persediaan barang dalam proses dikurangkan dalam laporan harga pokok produksi, maka jumlah persediaan akhir bahan baku dan persediaan akhir barang dalam proses dimasukkan pada kolom kredit Laporan Harga Pokok Produksi. Di lain pihak, karena persediaan akhir merupakan aktiva, maka kedua saldo persedian akhir tersebut harus di cantumkan juga pada sisi debet kolom Nerca. Dalam Gambar 10-6 di atas, persediaan akhir bahan baku dimsalkan berjumlah Rp9.000,00, dan persedian akhir barang dalam proses dimisalkan berjumlah Rp7.500,00. Kedua jumlah persediaan akhir tersebut ditentukan berdasarkan perhitungan fisik pada akhir periode. Persediaan akhir barang jadi juga ditentukan berdasarkan perhitungan fisik dan akhir tahun. Dalam Gambar 10-6, dimisalkan bahwa Pt Semeru memiliki persediaan akhir barang jadi sebesar Rp10.300,00. Jumlah persediaan akhir barang jadi tersebut dimasukkan kedalam kolom kredit Laporan Rugi-Laba dan selain itu juga di cantumkan pada kolom debet Neraca, karena persediaan merupakan aktiva. Setelah persediaan akhir dimasukkan ke dalam neraca lajur, maka tahap selanjutnya adalah menjumlahkan kolom-kolom Laporn Pokok Produksi. Selisih kolom debet dan kolom krdit Laporan Harga Pokok Produksi merupakan jumlah harga pokok produksi pada periode yang bersangkutan. Jumlah tersebut harus dicantumkan pada kolom kredit Harga pokok Produksi, sehingga jumlah kolom debet sama dengtan kolom kredit. Jumlah harga pokok produksi juga dicantumkan pada kolom debet di kolom lporan Rugi-Laba. Langh\kah selanjutnya adalah menyelesaikan neraca lajur dengan cara yang sama seperti dalam neraca lajur untuk perusaaan dagang. . PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN Setelah neraca lajur selesai dikerjakan,maka langkah berikutnya adalah menyusun laporan keuangan yang datanya telah tersedia dalam neraca lajur. Seperti telah diterangkan pada Bab 5 Dasar-dasar Akuntansi jilid 1 ,tujuan utama pembuatan neraca lajur adalah untk mempermudah menyusun laporan keuangan. Dengan telah selesainya pembuatan neraca lajur di atas,maka lapopran keuangan dapat disusun dengan lebih mudah. Laporan Harga Pokok Produksi disusun dengan mengutip data yang tercan tum dalam kolom Harga Pokok Produksi.Demikian pula laporan rugi-laba dan nerca disusun dengan mengutip data dari dua pasang kolom terakhir di naraca lajur. JURNAL PENYESUAIAN Pembuatan jurnal penyesuaian pada perusahaan manufaktur pada dasarnya tidak bebeda dengan jurnal penyesuaian pada perusahaan dagang. Untuk setiap ayat penyesuaian yang tercantum pada kolom penyesuaian di neraca lajur, harus dibuat jurnal penyesuaian yang formal dalam jurnal umum. Dalam contoh PT Semeru di atas (lihat “Informasi untuk penyesuain …” pada hlm. 420-421) dan penyesuain yang telah dikrjakan dalam kolom penyesuaian yang telah dikerjakan dalam kolom penyesuaian di neraca lajur, terlihat bahwa pembuatan jurnal penyesuaian di neraca lajur, terlihat bahwa pembuatan jurnal penyesuaian pada perusahaan manufaktur tidak berbeda dengan penyesuaian yang di buat pada perusahaan dagang. Namun demikian khusus untuk informasi penyesuaian butir (d), jurnal penyesuaian agak istemewa. Pada umumnya sisi debet rekening Perlengkapan Pabrik digunakan untuk mencatat pembelian segala macam perlengkapan pabrik yang digunkan perusahaan. Dalam kasus PT Semeru di atas, selain dari perlengkapan pabrik tersebut digunakan pula sejumlah bahan baku yang berfungsi sebagai perlengkapan pabrik (pemakaian bahan baku ini tidak menjadi bagian dari produk). Dalam informasi (d) tersebut di terangkan bahwa pemakaian perlengkapan pabrik selama periode tersebut adalah RP500,00, selain itu di gunakan pula bahan baku seharga Rp100,00, yang berfungsi sebagai perlengkapan pabrik. Oleh karena itu jurnal pemakaian perlengkapan pabrik adalah sebagai berikut : Des. 31 Biaya Perlengkapan Pabrik ……………………… Rp 600,00 Perlengkapan Pabrik……………………….. Rp 500,00 Pembelian Bahan Baku …………………….. Rp 100,00 (Untuk mencatat pemakaian perlengkapan ) Setelah rekening pembelian Bahan Baku dikredit RP100,00,maka sisanya sebesar Rp85.000,00 akan merupakan pemakain bahan baku dalam periode tersebut, dan dilporkan dalam laporan Harga Pokok Produksi . JURNAL PENUTUP Rekening-rekening yang digunakan menghitung harga pokok produksi pada suatu periode akuntansi. Harus ditutup pada akhir periode. Biasanya penutupan dilakukan melalui rekening ikhtisar biya produksi dan selanjutnya rekening ikhtisar biaya produksi ditutup ke rekening laba – rugi. Jurnal rekening menutup rekening-rekening biatya semua PT. Semeru adalah sebagai berikut : Des 31 Ikhtisar laba rugi………………………………….. Rp. 187.000,00 Persediaan bahan baku……………….. Rp. 8.000,00 Pers. Barang dalam proses………….. Rp. 2.500,00 Pemb. Bahan baku…………………….. Rp. 85.000,00 Pemb. Bahan baku…………………….. Rp. 1.500.00 Tenaga kerja langsung……………….. Rp. 60.000,00 Tenaga kerja tak langsung………….. Rp. 9.000,00 Pengawas…………………………………. Rp. 6.000,00 Perlengkapan pabrik………………….. Rp. 2.600,00 Reparasi & pemeliharan Mesin…… Rp. 2.500,00 Pajak bumi dan bangunan pabrik… Rp. 1.900,00 Biaya perlengkapan pabrik…………. Rp. 600,00 Asuransi pabrik………………………….. Rp. 1.100,00 Penghapusan peraatan kerja…………. Rp. 200,00 Depresiasi mesin…………………………. Rp. 3.500,00 Depresiasi gedung ……………………… Rp 1.800,00 Amortisasi paten…………………………. Rp. 800,00 (Untuk menutup rekening – rekening biaya Produksi yang bersaldo debet) Des 31 Pers. Barang baku………………………. Rp. 9.000,00 Pers. Barang dalam proses…………… Rp. 7.500,00 Ikhtisar biaya produksi…….. Rp. 16.500,00 ( Untuk mencatat pers. Akhir bahan baku dan pers. Akhir barang dalam proses produksi dan mengurangkan Dari rekening ikhtisar biaya produksi) Ayat – ayat jurnal diatas dia mbil inforamsi yang terdapat pada kolom harga pokok produksi dalam neraca (gambar 10-6). Bandingkan ayat jurnal pertama dengan informasi yang terdapat pada sisi debet kolom harga pokok produksi. Perhatikan bahwa jurnal didebetkan pada rekening ikhtisar biaya produksi diambil dari total kolom tersebut dikreditkan untuk menutupnya. Ayat jurnal yang kedua mempunyai fungsi yaitu : 1. untuk mencatat persedian akhir bahan baku dan pers. Akhir barang dalam proses. 2. untuk mengurangkan kedua jumlah yang masih berstatus sebagai pers. Dari ikhtisar biaya produksi. Pengaruh dari kedua ayat jurnal diatas ialah bahwa rekening ikhtisar biaya produksi akhirnya akan menunjukkan saldo debat sebesar Rp. 170.500,00. jumlah tersebut tidak lain adalah harga pokok produksi untuk periode yang bersangkutan. Saldo rp. 170.500,00 dalam rekening ikhtisar biaya produksi ditutup ke rekening laba rugi bersama dengan penutupan rekening-rekening non biaya produksi. (biaya-biaya penjualan dan biayay-biaya umum & administrasi serta biaya lainnya ). Seperti nampak pada kolom debet laba rugi dineraca lajur. Ayat jurnal penutup. Yang diperlukan adalah sebagai berikut : Des. 31 Laba Rugi………………………………………………. Rp. 274.200 Pers. Barang Jadi………………………….. Rp. 11.200 Gaji Pegawai Penjualan…………………. Rp. 18.000 Biaya Adventensi………………………….. Rp. 5.500 Upah Peagawai Pengangkutan………… Rp. 12.000 Gaji Pegawai Kantor………………………. Rp. 15.700 Macam-Macam Biaya Umum………….. Rp. 200 Biaya Bunga………………………………….. Rp. 4000 Kerugian Piutang …………………………… Rp. 1.550 Biaya Perlengkapan Kantor……………… Rp. 100 Biaya Perlengkapan Pengangkutan……. Rp. 250 Biaya Asuransi Peralatan Angkutan…… Rp. 300 Biaya Depresiasi Peralatan Angkutan … Rp. 2.100 Biaya Depresiasi Peralatan Kantor…….. Rp. 200 Psjsk Penghasilan…………………………….. Rp. 32.600 Ikhtisar Biaya Produksi………………………. Rp. 170.500 Setelah dibuat ayat jurnal diatas, selanjutnya jurnal penutup lain yang diperlukan adalah untuk menutup rekening – rekening yang masih tertinggal di kolom rugi laba pada gambar 10-6. Des 31 Persediaan barang jadi….. rp. 10.300,00 Penjualan ……………………. rp. 310.000,00 Rugi laba………………………… rp. 320.300,00 (untuk menutup rekening penjualan dan Untuk mencatat persediaan akhir brg jadi) Des 31 Rugi Laba……………………. rp. 46.100,00 Laba ditahan…….. rp. 46.100,00 (Untuk menutup rekening Laba Rugi) E. MASALAH PENILAIAN PERSEDIAAN PADA PERUSAHAN MANUFAKTUR Apabila perusahan manufaktur menggunakan sistem akuntansi umum untuk kegiatan produksinya, maka perhitungan fisik persedian memegang peranan yang sangat penting. Hasil perhitungan fisik umntuk masing-masing jenis persediaan ( bahan baku, barang dalam proses, barang jadi ).tersebut kemudian dinilai berdasarkan dalam harga yang layak. Penilaian persediaan akhir bahan baku biasanya tdk begitu sulit karena persediaan bentuknya masih serupa dengan keadaan ketika dibeli. Akan tetapi penilaian atas persediaan akhir barang dalam proses dan barang jadi biasanya tidak mudah. Kedua persediaan tersebut mengadung unsur bahan baku yang telah diberi tambahan sejumlah tenaga kerja langsung overhead pabrik. Keduanya sudah tidak sama lagi dengan keadaan ketika dibeli. Oleh karena itu penentuan nilai kedua jenis persediaan itu menjdi tidak sederhana. Karena perlu menetapkan nilainya perlu ditaksir jumlah bahan baku, tenaga kerja langsung, dan overhead yang telah dimasukan kedalam masing-masing barang tersebut. PENAKSIRAN BIAYA BAHAN LANGSUNG DALAM PERSEDIAAN AKHIR Penaksitran biaya bahan baku lansung terdapat dalam barang dalam proses dan barang jadi biasanya tidak begitu sulit. Setelah jumlah unit barang proses penghitungan, maka bagian produksi biasanya dapat diperkirakan berapa banyak bahan langsung yang terkandung dalam tiap-tiap barang dalam proses, dan selanjutnya dapat ditentukan berapa harga bahan langsung yang terkandung dalam persediaan bahan dalam proses. Hal yang sama juga dapat dilakukan untuk menaksir harga bahan langsung yang terdapat pada persediaan barang jadi. PENAKSIRAN BIAYA TENAGA KERJA LANGSUNG DALA PERSEDIAAN AKHIR. Proses penaksiran biaya tenaga kerja langsung dalam persediaan akhir barang dalam proses persediaan barang jadi pada dasarnya sama dengan penaksiran bahan baku. Penaggung jawab dibagian produksi harus menaksir presentase penyelesaian barang dalam proses dan menghitung biaya tenaga kerja langsung yang dibebankan pada persediaan akhir barang dalam proses tersebut. Hal yang sama dilakukan pula untuk menaksir biaya tenaga kerja langsung yang dapat dibebenkan pada persediaan akhir barang jadi. F. LATIHAN DAN PEMBAHASAN Latihan 1 (Lihat Latihan 10-1 Buku Al Haryono hlmn 432) LAPORAN HARGA POKOK PRODUKSI Tahun 1998 Bahan baku Langsung Rp25.000.000 Tenaga kerja langsung Rp15.000.000 Biaya Overhead Rp20.000.000 Jumlah Biaya Produksi Rp60.000.000 BDP Akhir Rp 5.000.000 Harga Pokok Produksi Rp55.000.000 Persediaan Produk Jadi (Akhir) Rp18.000.000 Harga Pokok Penjualan Rp37.000.000 Latihan 2 (Lihat Latihan 10-5 Buku Al Haryono hlmn 434) PT TELUK BATANG LAPORAN HARGA POKOK PRODUKSI Tahun 1989 Bahan Langsung : Persediaan Bahan baku Langsung (Awal) Rp75.000.000 Pembelian Rp182.000.000 Bahan baku Tersedia Digunakan Rp257.000.000 Persediaan bahan baku (Akhir) Rp70.000.000 - Bahan Baku Yang Digunakan Rp187.000.000 Tenaga kerja langsung Rp125.000.000 OverHead : Tenaga kerja langsung Rp 40.000.000 Listik & Gas Rp 35.000.000 Asuransi Rp 6.000.000 Pemeliharaan Mesin Pabrik Rp 8.000.000 Perlengkapan Pabrik Rp 6.000.000 Depresiasi Gedung pabrik Rp 9.000.000 Depresiasi Peralatan Rp 26.600.000 + Total Biaya Overhead Rp130.600.000 + Total Biaya Produksi Rp442.600.000 Persediaan BDP (Awal) Rp 21.200.000 Total BDP Tahun Ini Rp463.800.000 BDP Akhir Rp -23.800.000 Harga Pokok Produksi Rp440.000.000 LAPORAN HARGA POKOK PENJUALAN Tahun 1989 Barang Jadi Tersedia Dijual Rp440.000.000 Persediaan Barang Jadi (Awal) Rp 10.000.000 Harga Pokok Penjualan Rp430.000.000 Latihan 3 (Lihat Latihan 10-8 Buku Al Haryono hlmn 436) PT JATAYU Harga Pokok Barang Dalam Proses Bahan baku Rp23,000,000.00 Tenaga Kerja Rp31,000,000.00 BOP Rp11,000,000.00 Total biaya produksi : Rp65,000,000.00 Saldo Awal Rp8,000,000.00 Total BDP Rp73,000,000.00 Harga Pokok Produksi : Pesanan B-78 Rp3,000,000.00 Pesanan G-65 Rp19,000,000.00 Pesanan Y-11 Rp39,000,000.00 Total Harga Pokok Produksi : Rp61,000,000.00 BDP : Rp12,000,000.00 http://akirahydekinato.wordpress.com/2010/03/16/akuntansi-untuk-perusahaan-manufaktur

Senin, 11 Maret 2013

Cara Belajar yang baik

Belajar adalah sesuatu yang menyegarkan. Jadi hadapi dengan penuh keceriaan dan hati bahagia, anggap buku tebal-tebalmu itu seperti sebuah novel petualangan yang sangat seru, buku cerita yang amat menantang, dan games yang sulit dipecahkan sehingga bersemangat. Tentu, belajar juga ada cara-caranya, dan setiap orang pasti berbeda-beda. Beberapa poin emas tips belajar: 1. Hari pertama sekolah, ulang kembali pelajaran yang didapat. Baca secara singkat pelajaran yang akan diajarkan esok hari buat kerangkanya saja. Begitu pelajaran itu diterangkan esoknya, kamu sudah punya gambaran. Dan sepulang sekolah kamu tinggal mengulang untuk bikin kesimpulan atau ringkasan saja. 2. Usahakan untuk konsentrasi penuh saat guru mengajar di dalam kelas. 3. Mengetik atau menulis kembali pelajaran yang telah diajarkan juga akan membantu, karena sama saja dengan membaca. 4. Setelah membaca ulang pelajaran, cobalah buat kesimpulan dengan kalimatmu sendiri. Ini akan membantu agar materi tersebut membekas tajam dalam memorimu. 5. Mengulang pelajaran tidak harus membaca atau menulis ulang pelajaran tapi bisa juga dengan mengajari teman tentang materi yang baru saja diulang. Nah, jangan ragu atau pelit untuk berbagi ilmu dengan teman, ingat ilmu itu semakin dibagi akan semakin bertambah. Tidak seperti uang, dibagi-dibagi ya ludes. Tambahan, menurut penelitian, kita akan mengingat 5% dari yang kita dengar, 10% dari yang kita baca, 20% dari yang kita dengar-baca, 30% dari yang diperagakan, 50% dari diskusi kelompok, 75% dari yang kita latihan/praktek, 90% dari yang kita ajarkan. Jadi mari berlomba-lomba duluan belajar, sehingga bisa mengajari teman. 6. Hindari belajar mendadak sebelum ulangan karena kurang efektif. Usahakan agar waktu belajar saat persiapan mau ulangan tidak terlalu mepet. 7. Jangan lupa untuk selalu buat ringkasan atau kesimpulan pada setiap pelajaran, kalau perlu pakai tabel atau gambar ilustrasi supaya mudah diingat. 8. Siang hari adalah waktu yang tepat untuk belajar. Jika pada pagi hari kita konsentrasi untuk belajar di sekolah. Maka pergunakanlah waktu sepulang sekolah untuk megulang kembali pelajaran karena pikiran masih fresh. Dan pada malam harinya gunakan untuk aktifitas belajar yang agak ringan, atau mengerjakan pekerjaan ruimah. Yang terpenting, hindari begadang, karena dampaknya kurang baik bagi kesehatan. 9. Badan yang capek akan tidak baik bagi otak kita. Selain itu konsentrasi juga sulit tercapai. Sebaiknya libur dulu dari acara yang akan menguras stamina kita sehari menjelang ujian. 10. Usahakan saat belajar untuk serileks mungkin, kalau bisa sambil ditemani musik. Musik klasik semacam Mozart atau Beethoven atau mungkin bacaan ayat-ayat suci , mungkin bisa dijadikan pilihan. Musik dan juga bacaan ayat suci akan bisa menambah semangat kamu. Atau jika kamu tipe orang yang susah konsentrasi jika tidak di tempat sepi sebaiknya belajar tanpa ditemani musik. 11. Jika kamu ingin menghapal, misalnya UUD atau semacamnya, sebaiknya dilakukan menjelang tidur. Karena disaat tersebut kamu akan lebih mudah ingat akan sesuatu yang kamu pelajari saat bangun pagi harinya. Usahakan tidur dalam kondisi REM (dengan pencahayaan sedikit), sehingga otak kita juga ikut istirahat. 12. Belajar Kelompok Bosan belajar sendirian? Coba saja belajar secara kelompok bareng teman. Dengan belajar kelompok kegiatan belajar akan menjadi sangat menyenangkan karena ada temannya. Belajar secara kelompok sebaiknya mengajak teman yang pandai dan rajin belajar agar bisa termotivasi dan ketularan pintar. 13. Selalau Disiplin Dan Tekun Dalam Belajar Yang penting di sini adalah kualitas belajarnya. Walaupun hanya 1-2 jam sehari tapi kalau di lakukan setiap hari pasti akan lebih baik dari pada belajar dalam waktu yang sangat lama pada waktu tertentu saja. Misalnya hanya belajar kalau ada ulangan atau ujian saja. 14. Mind Mapping Nah, ini metode terbaru. Terbukti ampuh! Menurut penelitian, mindmapping menyesuaikan dengan jalan pikiran otak kita yang menyebar, dan garis-garis hubung menunjukkan syaraf-syaraf otak untuk meneruskan informasi ke bagian memori jangka pendek. Jika dirasa perlu otak akan melanjutkan ke jangka panjang. Bahkan jika di ulang-ulang dan sering dilihat-lihat hasil midmappingnya. Otak bagian alam bawah sadar akan aktif, dan saat Anda membutuhkan informasi tersebut, dengan mudah bisa kita sampaikan (tulis jawaban saat ujian-red)

TIPS MEMILIH ANDROID

Tips Memilih Android #1: Merk Merk-merk lokal cenderung menawarkan harga yang terjangkau dengan fitur melimpah. Banyak dari Teknokerz pasti tertarik untuk memilikinya namun masih ragu-ragu dengan kualitasnya. Apakah merk handphone Android lokal layak untuk dibeli? Berikut penjelasan saya: Komponen vital yang mempengaruhi kinerja handphone Android seperti processor, kartu grafis (GPU), dll pada umumnya tidak dibuat oleh produsen telepon, namun produsen telepon membeli kepada pihak ketiga dalam hal ini misalnya adalah produsen processor seperti Qualcomm. Jadi, selama Android lokal memiliki spesifikasi yang bagus, maka performanya tidak akan kalah dibanding dengan merk terkenal, karena processor maupun komponen hardware atau daleman yang digunakan pada merk lokal bisa jadi sama dengan yang digunakan oleh merk terkenal. Untuk menekan harga jual terkadang merk lokal mengurangi kualitas dari beberapa komponen atau fitur yang digunakan, misalnya kualitas layar, kualitas kamera, kualitas casing yang digunakan, atau kualitas dari aksesoris pendukung seperti kabel data, charger, dll. Namun bukan berarti kualitas Android lokal pasti jelek atau dibawah merk terkenal, karena kenyataannya banyak juga tablet atau hp lokal yang memiliki kualitas baik. Mungkin sebagian dari Teknokerz akan berkata kalau begitu merk ga penting dong? Beberapa handphone Android lokal yang beredar di Indonesia saat ini memang memiliki kualitas dan performa yang sama baiknya dengan merk terkenal dan ditawarkan dengan harga yang lebih murah, namun memang masih ada faktor lain yang perlu Teknokerz pertimbangkan sebelum memilih atau membeli Android merk lokal, yaitu: Lokasi service center: Merk terkenal pada umumnya memiliki lokasi service center yang lebih banyak Nilai jual kembali: Android merk terkenal lebih mudah dijual kembali dan harganya cenderung lebih stabil. Ketersediaan aksesoris: Lebih mudah menemukan aksesoris untuk merk-merk yang sudah dikenal, misalnya sarung silikon, sarung kulit, screen guard, dll. Kesimpulannya, bagi Teknokerz yang ingin mencicipi Android dengan harga terjangkau, bolehlah melirik merk-merk lokal, tapi bagi Teknokerz yang sering sekali gonta-ganti handphone, mungkin lebih cocok membeli merk terkenal dengan alasan lebih mudah dijual kembali. Tips Membeli Android #2: Perhatikan sistem operasi yang digunakan Sistem operasi Android terdiri dari beberapa versi. Berikut adalah urutan versi dan nama sistem operasi Android: Versi 1.5 Cupcake, 1.6 Donut, 2.1 Eclair, 2.2 Froyo (frozen yogurt), 2.3 Gingerbread, lalu ada juga versi 3.0 Honeycomb yang lebih dioptimalkan untuk digunakan pada Tablet Android yang menggunakan layar lebih besar. Versi Android yang selanjutnya bernama Ice Cream sandwich (versi 2.4). Versi ini dikatakan akan optimal untuk digunakan baik pada handphone maupun pada tablet Android. Bila Teknokerz hendak membeli tablet atau handphone Android, disarankan membeli yang menggunakan sistem operasi minimal Froyo (versi 2.2). Versi ini terbukti cukup stabil dan memiliki kelebihan dibanding versi sebelumnya, diantaranya memiliki kemampuan memindahkan aplikasi ke SD Card dan juga memiliki kemampuan wi-fi tether atau menjadikan handphone Android sebagai hotspot mini pribadi. Tips Memilih Android #3: Dukungan komunitas Coba cari tahu mengenai komunitas atau forum pengguna handphone Android yang akan dibeli di internet. Jika ada komunitasnya, maka Teknokerz akan mudah bertanya melalui forum kepada pengguna lain bila terjadi masalah pada HP, Teknokerz akan mendapat banyak tips dan trik untuk meningkatkan performa telepon, merubah tampilan, dan tips atau trik lainnya. Selain itu jika komunitasnya besar, maka akan lebih terjamin pengembangan software untuk kedepannya, misalnya update sistem operasi Android. Tips Membeli Android #4: Spesifikasi Hardware Handphone Teknokerz mungkin sedikit pusing saat melihat spesifikasi dari sebuah handphone Android. Namun jangan khawatir, saya akan menjelaskan beberapa spesifikasi yang menurut saya paling penting untuk diperhatikan. A. Spesifikasi yang mempengaruhi kinerja atau performa ponsel: A.1. Processor Processor merupakan otak dari ponsel. Semakin cepat processor yang digunakan, maka semakin responsif dan cepat ponsel Teknokerz dalam menjalankan aplikasi-aplikasi Android. Processor yang digunakan pada ponsel Android low end atau entry level umumnya berkecepatan 600 MHz. Untuk Android mid end atau kelas menengah berkecepatan 800 MHz, dan untuk ponsel high end berkecepatan 1 GHz keatas. Handphone Android yang menggunakan processor berkecepatan 600 MHz sebenarnya sudah cukup untuk menjalankan semua fungsi yang terdapat pada sistem operasi Android. Jadi, jika dana yang Teknokerz miliki tidak terlalu banyak, atau baru ingin coba-coba OS Android, maka tidak perlu dipaksakan untuk membeli handphone dengan processor berkecepatan tinggi. Namun bila ada dana lebih, disarankan membeli ponsel dengan processor minimal 800 MHz, karena aplikasi-aplikasi atau game yang akan datang pada umumnya menuntut spesifikasi yang lebih tinggi dibanding aplikasi atau game yang beredar saat ini. A.2. GPU (Graphic Processing Unit) GPU merupakan komponen yang berfungsi untuk mengolah gambar atau grafik. Handphone Android yang menggunakan atau memiliki GPU dapat menjalankan aplikasi yang banyak menggunakan tampilan visual atau game 3D jauh lebih baik dibanding ponsel yang tidak memiliki GPU. Bahkan pada umumnya, HP Android yang tidak memiliki GPU tidak dapat menjalankan game 3D, bila dapat berjalan pun akan sangat lambat. GPU yang paling banyak digunakan untuk handphone low end dan mid end adalah tipe Adreno 200 atau PowerVR SGX 530. Untuk handphone high end biasanya menggunakan GPU Adreno 205, PowerVR SGX 540 atau NVIDIA GeForce (NVIDIA Tegra). Bila Teknokerz mencari handphone Android, disarankan yang sudah menggunakan GPU minimal Adreno 200 atau PowerVR SGX530, namun sayangnya untuk GPU yang digunakan pada sebuah ponsel tidak selalu dituliskan pada informasi spesifikasi, oleh karena itu terkadang Teknokerz harus menanyakannya terlebih dahulu kepada pengguna yang telah memiliki handphone Android atau melalui forum komunitas pengguna Android yang ingin Teknokerz beli. A.3. Kapasitas RAM (Random Access Memory) Kapasitas RAM berhubungan dengan performa handphone Android. Semakin besar RAM yang digunakan, maka akan semakin baik pula performa dari sebuah handphone, khususnya saat melakukan multi tasking atau membuka beberapa aplikasi secara bersamaan. Kapasitas RAM yang umumnya digunakan adalah 128 MB, 256 MB, 512 MB dan 1 GB. Handphone yang menggunakan RAM sebesar 128 MB pada umumnya agak sedikit lambat bila digunakan untuk multi tasking, oleh karena itu, saya sarankan membeli ponsel Android yang memiliki kapasitas RAM minimal 256 MB. Sebagai catatan, Teknokerz harus cukup jeli saat membaca spesifikasi kapasitas RAM dari sebuah handphone Android. Beberapa produsen menuliskan kapasitas RAM dalam satuan Gb (giga bit) perhatikan huruf b kecil yang digunakan. 1 b (bit) = 1/8 B (byte) jadi kalau teknokerz membaca spesifikasi sebuah handphone Android memiliki kapasitas RAM sebesar 1 Gb (1000 Mb), maka kapasitas RAM yang sebenarnya adalah 1000 : 8 = kurang lebih sebesar 125 MB (Megabyte). B. Spesifikasi yang memiliki nilai tambah: B.1. Layar Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan mengenai layar handphone Android, yaitu: Jumlah Pixel Jumlah pixel layar yang umum digunakan pada HP Android adalah 240320, 320480 dan 480800 pixel. Semakin besar jumlah pixel yang digunakan, maka semakin halus gambar yang tertampil pada layar. Ukuran Layar Semakin besar ukuran layar, maka akan semakin nyaman untuk digunakan dan juga semakin mudah untuk menggunakan papan ketik (keyboard) virtual. Namun semakin besar layar, maka semakin lebar atau tinggi juga ukuran handphone-nya. Layar yang terlalu besar akan sedikit menyulitkan bila harus di letakkan dalam kantong, jadi sesuaikan dengan kebutuhan. Jenis layar Jenis layar yang digunakan pada umumnya dibagi jadi dua tipe yaitu resistive dan capacitive. Layar capacitive sensitif terhadap sentuhan jari (kulit), sedangkan layar resistive kurang sensitif terhadap sentuhan jari, jadi pengguna harus melakukan sedikit penekanan pada layar untuk mengoperasikan layar jenis resistive. Jika layar kapasitif hanya dapat merespon sentuhan kulit jari, lain halnya dengan layar resistif yang dapat merespon sentuhan dari media lain, misalnya kuku, pen stylus atau benda lainnya. Saya sarankan untuk membeli handphone Android yang menggunakan layar berjenis kapasitif (capacitive) karena lebih nyaman untuk digunakan. Istilah-istilah yang sering ditemui: AMOLED: Layar yang berteknologi AMOLED tidak menteknokerzkan bahwa layar ini berjenis capacitive atau resistive, namun handphone yang menggunakan layar berteknologi AMOLED akan menampilkan warna dan kecerahan yang lebih baik dibanding layar biasa, baik di dalam maupun di luar ruangan. Layar AMOLED biasanya digunakan pada handphone Android high end atau kelas atas. Gorilla Glass: Layar yang telah menggunakan teknologi Gorilla Glass akan lebih tahan goresan dan juga lebih tahan pecah. Multi touch: Adalah kemampuan layar untuk mendeteksi minimal dua titik sentuhan secara bersamaan. Bila layar mendukung multi touch, maka Teknokerz dapat menyentuh dua tombol sekaligus, jadi misalnya saat bermain game perang, ketika jari jempol kiri mengarahkan senjata, pada saat yang bersamaan jempol kanan menekan layar untuk menembakkan senjata. Bila layar tidak mendukung multitouch, saat salah satu jari masih menyentuh layar, maka layar tidak akan merespon sentuhan jari yang lain, dalam contoh ini pengguna tidak dapat mengarahkan dan menembakkan senjata dalam waktu bersamaan, jadi harus diarahkan dulu baru menembak. Handphone yang tidak mendukung multi touch tentu saja kurang nyaman digunakan untuk bermain game. B.2. Kamera Beberapa fitur yang perlu diperhatikan di sektor kamera: Resolusi foto yang dihasilkan Resolusi foto yang dihasilkan biasa ditulis dalam besaran megapixel (MP). Walaupun tidak menjamin, namun pada umumnya semakin besar resolusi foto yang bisa dihasilkan, maka hasil fotonya akan semakin baik. Auto Focus Bila kamera handphone Android memiliki fitur auto focus, maka kamera dapat secara otomatis menyesuaikan fokus sesuai dengan jarak objek yang hendak di foto. Beberapa pengguna ada yang menyebutnya fitur zoom otomatis. Kelebihan kamera auto focus dibanding kamera fixed focus (fokus tetap) lebih terasa saat pengguna mengambil foto dalam jarak dekat (dibawah 30 cm). Kamera fixed focus saat dipakai untuk mengambil foto dalam jarak dekat, hasilnya akan sedikit buram atau tidak fokus. Namun saat pengambilan foto jarak jauh, antara handphone Android yang memiliki fitur auto fokus maupun fixed fokus, keduanya tidak terlalu menunjukkan perbedaan yang berarti. Lampu Flash Bila Teknokerz sering mengambil foto di malam hari, maka lebih baik memilih handphone Android yang fitur kamera-nya telah dilengkapi dengan lampu flash. Tombol Kamera Keberadaan tombol khusus kamera akan memudahkan pengguna saat hendak mengambil foto, khususnya saat mengambil foto diri sendiri. Kamera Depan Bagi Teknokerz yang gemar melakukan video call, sebaiknya mencari handphone yang memiliki kamera depan. Sebagai informasi, mayoritas handphone Android kelas menengah kebawah (harga dibawah Rp. 2 juta) tidak memiliki kamera depan. Bila Teknokerz melihat pada bagian depan gambar handphone Android yang ingin dibeli ada bulatan kecil seperti kamera, belum tentu itu adalah kamera, bisa jadi hanya sensor cahaya dan/atau proximity sensor. B.3. Kapasitas memori internal Perhatikan juga kapasitas memori internal dari sebuah handphone Android. Semakin besar semakin baik. B.4. Keyboard fisik Kebanyakan handphone Android adalah handphone full layar sentuh, namun beberapa diantaranya ada yang memiliki keyboard fisik. Jika Teknokerz tidak terbiasa atau kurang nyaman mengetik tulisan menggunakan keyboard virtual, maka sebaiknya memilih handphone Android yang memiliki keyboard fisik. B.5. FM Radio Bagi Teknokerz yang hobi mendengarkan radio, pastikan pada handphone Android yang hendak dibeli telah memiliki fitur ini. B.6. Kapasitas Baterai Handphone Android termasuk boros baterai, jadi sebisa mungkin carilah handphone yang memiliki kapasitas baterai besar. Kapasitas baterai yang umumnya digunakan sebesar 1200 mAh, jika ada yang lebih besar maka lebih baik. B.7. Jaringan Telepon Sebelum membeli handphone Android, ada baiknya dipastikan dulu jaringan teleponnya. Teknokerz ingin membeli handphone Android CDMA atau GSM. Selain itu, apakah handphone Android telah mendukung koneksi 3G atau belum. Jika Teknokerz membaca pada spesifikasi bahwa handphone dapat berjalan di jaringan WCDMA, maka dapat dipastikan bahwa handphone tersebut bukan handphone CDMA, melainkan handphone GSM yang telah mendukung koneksi 3G. B.8. Fitur lain dan Aplikasi Bawaan Pada umumnya handphone Android telah dilengkapi dengan fitur-fitur sebagai berikut: GPS (Global Positioning System): Berguna untuk mengetahui lokasi Teknokerz saat ini dan juga sebagai pemandu arah menggunakan bantuan satelit Sensor accelerometer, pengertian: sensor ini berguna untuk mengetahui sudut kemiringan handphone. Fitur ini digunakan untuk auto-rotate layar atau untuk kontrol game. Jika digunakan pada game tertentu, misalnya game balap mobil, pengguna dapat membelokkan mobil dengan cara memiringkan handphone. Sensor ini juga terkadang diartikan sebagai sensor gravitasi. Bluetooth Wi-Fi Digital Compass Sensor Cahaya: Berguna untuk mengatur tingkat kecerahan (brightness) layar secara otomatis tergantung kondisi cahaya sekitar. Proximity sensor, pengertian: sensor ini berguna untuk mengetahui keberadaan objek terdekat tanpa perlu menyentuhnya. Misalnya Teknokerz hendak melakukan panggilan telepon, saat handphone di dekatkan ke kuping, proximity sensor akan mendeteksi handphone berada dekat dengan kuping dan secara otomatis akan mematikan layar HP karena tidak diperlukan. Pada beberapa tipe handphone, layar akan menyala kembali saat handphone di jauhkan dari kuping. Fitur-fitur GPS, dll pada umumnya sudah ada di handphone Android. Namun tidak ada salahnya dipastikan lagi fitur-fitur ini sudah ada atau tertulis pada spesifikasi. Mengenai masalah aplikasi, Teknokerz tidak perlu terlalu khawatir jika pada handphone Android yang rencananya dibeli tidak memiliki aplikasi yang Teknokerz inginkan atau butuhkan. Karena Teknokerz dapat dengan mudah mengunduh (download) dan menginstall aplikasi-aplikasi yang dibutuhkan melalui Android Market. Namun ada baiknya Teknokerz memeriksa terlebih dahulu apakah aplikasi yang tersebut ada dan tersedia di Market. Caranya Teknokerz dapat pergi ke website Android Market melalui komputer. Tips Memilih Android Kesimpulan Saat ini cukup banyak handphone maupun tablet Android yang bisa Teknokerz pilih. Apabila Teknokerz baru ingin coba-coba Android, maka tidak harus membeli yang mahal, karena semua fitur dan keunggulan Android bisa didapatkan pada handphone atau tablet Android dengan harga yang murah. Perbedaan utama antara tablet atau handphone Android yang mahal dengan yang murah hanyalah kemampuannya untuk menjalankan aplikasi atau game berat, lalu perbedaan fitur tambahannya seperti layar, kamera, kualitas speaker, dll.

Senin, 23 April 2012

SADT (Structured Analisys and Design Techniques) SADT adalah suatu metodologi yang dikembangkan oleh D. T. Ross pada tahun 1969 – 1973. SADT memandang suatu sistem terdiri dari dua hal yaitu objek dan kejadian. Yang termasuk kedalam objek suatu sistem informasi adalah data atau dokumen, dan yang termasuk kejadian adalah kegiatan yang dilakukan manusia, mesin, atau software. Untuk menggambarkan dua hal tersebut digunakan diagram yang berbeda, yaitu: 1. Diagram Data 2. Diagram Kegiatan SADT sebagai metode terstruktur juga mengatur konsep Dekomposisi, dengan pendekatan top-down, yaitu melalui penggambaran sistem secara utuh (whole system) sebagai tingkat tertinggi (top level) dan kemudian memecahnya secara rinci. a. Keunggulan SADT 1. Mudah dipelajari. 1. Merupakan alat yang baik untuk komunikasi antara analis sistem dan user. 2. Hasil analisis dan desain memiliki dokumentasi yang baik. 3. Hasil yang diperoleh dari analis berbeda relatif mirip. b. Kelemahan SADT 1. Membutuhkan waktu dan personil yang lebih banyak. 2. Metode ini baik untuk analisis dan desain secara umum, sedangkan untuk tahap desain secara rinci dapat digunakan alat dari metode yang lain. 3. Proses dalam modul tidak digambarkan. 4. Efektivitas metode ini dipengaruhi oleh tingkat keahlian dan pengalaman analis. HIPO (Hierarchy plus Input-Proses-Output) merupakan metodologi yang dikembangkan dan didukung oleh IBM. HIPO sebenarnya adalah alat dokumentasi program. Tetapi sekarang, HIPO juga banyak digunakan sebagai alat disain dan teknik dokumentasi dalam siklus pengembangan sistem. HIPO berbasis pada fungsi, yaitu tiap-tiap modul di dalam sistem digambarkan oleh fungsi utamanya. Sama seperti penggambaran levelisasi pada DFD fungsi-fungsi utama digambarkan lebih dahulu, kemudian fungsi-fungsi utama tersebut dibagi ke dalam tingkatan yang lebih rendah. Pada HIPO dapat dilihat perpindahan input ke dalam output. Penggunaan dan Tujuan HIPO HIPO merupakan alat dokumentasi program yang berdasarkan fungsinya untuk meningkatkan efisiensi usaha perawatan program. Dokumen ini dilaksanakan dengan mempercepat lokasi dalam kode pada fungsi program yang akan dimodifikasi. Atau dapat dikatakan bahwa HIPO dikembangkan agar tersedia suatu teknik untuk mendokumentasikan fungsi program. Pembentukan HIPO ini dilakukan pada tahap pengembangan sistem informasi. Jadi pada tahap pengembangan sistem informasi, HIPO digunakan sebagai alat bantu dan teknik dokumentasi fungsi program dengan tujuan utamanya sebagai berikut : Untuk memberikan struktur yang memungkinkan fungsi suatu sistem dapat dimengerti. • Untuk menguraikan fungsi-fungsi yang akan dikerjakan oleh sustu program, bukan untuk mengkhususkan pernyataan program yang dipakai untuk melaksanakan fungsi-fungsi tersebut. • Untuk memberikan deskripsi visual dari input yang akan dipakai serta output yang akan dihasilakan oleh masing-masing fungsi pada tiap-tiap tingkat diagram. Tujuan HIPO yang paling penting adalah untuk menghasilkan output yang benar dan dapat memenuhi kebutuhan user. Jenis-jenis Diagram dalam Paket HIPO Paket HIPO berisi tiga jenis diagram, yaitu : a. Daftar Isi Visual/ Visual Tabel of Contents (VTOC), yang terdiri dari satu diagram hirarki atau lebih. b. Diagram Ringkasan/ Overview Diagram yaitu suatu seri diagram fungsional. Masing-masing diagram dihubungkan dengan salah satu fungsi sistem. c. Diagram Rinci/ Detail Diagram yaitusuatu seri diagram fungsional dan masing-masing diagram dihubungkan dengan sebuah sub-fungsi sistem. Daftar Isi Visual/ Visual Tabel of Contents (VTOC) Visual tabel of contents menggambarkan seluruh program HIPO baik rinci maupun ringkasan yang terstruktur. Pada diagram ini nama dan nomor dari program HIPO diitentifikasikan. Struktur paket diagram dan hubungan fungsi juga diidentifikasikan dalam bentuk hirarki. DATA FLOW DIAGRAM Data Flow Diagram (DFD) adalah representasi grafik dari sebuah sistem. DFD menggambarkan komponen-komponen sebuah sistem, aliran-aliran data di mana komponen-komponen tersebut, dan asal, tujuan, dan penyimpanan dari data tersebut. Kita dapat menggunakan DFD untuk dua hal utama, yaitu untuk membuat dokumentasi dari sistem informasi yang ada, atau untuk menyusun dokumentasi untuk sistem informasi yang baru. Empat simbol yang digunakan : Ada 3 (tiga) jenis DFD, yaitu ;  Context Diagram (CD)  DFD Fisik  DFD Logis DFD Level DFD dapat digambarkan dalam Diagram Context dan Level n. Huruf n dapat menggambarkan level dan proses di setiap lingkaran.  Diagram Context  Diagram Level n  DFD Logis  DFD Fisik Context Diagram (CD) Jenis pertama Context Diagram, adalah data flow diagram tingkat atas (DFD Top Level), yaitu diagram yang paling tidak detail, dari sebuah sistem informasi yang menggambarkan aliran-aliran data ke dalam dan ke luar sistem dan ke dalam dan ke luar entitas-entitas eksternal. (CD menggambarkan sistem dalam satu lingkaran dan hubungan dengan entitas luar. Lingkaran tersebut menggambarkan keseluruhan proses dalam sistem). Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam menggambar CD;  Terminologi sistem :  Batas Sistem adalah batas antara “daerah kepentingan sistem”.  Lingkungan Sistem adalah segala sesuatu yang berhubungan atau mempengaruhi sistem tersebut.  Interface adalah aliran yang menghubungkan sebuah sistem dengan linkungan sistem tersebut. Sebagai contoh, dalam gambar 1.  Menggunakan satu simbol proses, Catatan: Yang masuk didalam lingkaran konteks (simbol proses) adalah kegiatan pemrosesan informasi (Batas Sistem). Kegiatan informasi adalah mengambil data dari file, mentransformasikan data, atau melakukan filing data, misalnya mempersiapkan dokumen, memasukkan, memeriksa, mengklasifikasi, mengatur, menyortir, menghitung, meringkas data, dan melakukan filing data (baik yang melakukan secara manual maupun yang dilakukan secara terotomasi).  Nama/keterangan di simbol proses tersebut sesuai dengan fungsi sistem tersebut,  Antara Entitas Eksternal/Terminator tidak diperbolehkan komunikasi langsung  Jika terdapat termintor yang mempunyai banyak masukan dan keluaran, diperbolehkan untuk digambarkan lebih dari satu sehingga mencegah penggambaran yang terlalu rumit, dengan memberikan tanda asterik ( * ) atau garis silang ( # ).  Jika Terminator mewakili individu (personil) sebaiknya diwakili oleh peran yang dipermainkan personil tersebut.  Aliran data ke proses dan keluar sebagai output keterangan aliran data berbeda. Diagram Level n / Data Flow Diagram Levelled Dalam diagram n DFD dapat digunakan untuk menggambarkan diagram fisik maupun diagram diagram logis. Dimana Diagram Level n merupakan hasil pengembangan dari Context Diagram ke dalam komponen yang lebih detail tersebut disebut dengan top-down partitioning. Jika kita melakukan pengembangan dengan benar, kita akan mendapatkan DFD-DFD yang seimbang. Sebagai contoh, gambar 1.1, gambar 1.2, gambar 1.3, gambar 1.4 dan gambar 1.5. Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam membuat DFD ialah:  Pemberian Nomor pada diagram level n dengan ketentuan sebagai berikut: • Setiap penurunan ke level yang lebih rendah harus mampu merepresentasikan proses tersebut dalam sepesifikasi proses yang jelas. Sehingga seandainya belum cukup jelas maka seharusnya diturunkan ke level yang lebih rendah. • Setiap penurunan harus dilakukan hanya jika perlu. • Tidak semua bagian dari sistem harus diturunkan dengan jumlah level yang sama karena yang kompleks bisa saja diturunkan, dan yang sederhana mungkin tidak perlu diturunkan. Selain itu, karena tidak semua proses dalam level yang sama punya derajat kompleksitas yang sama juga. • Konfirmasikan DFD yang telah dibuat pada pemakai dengan cara top-down. • Aliran data yang masuk dan keluar pada suatu proses di level n harus berhubungan dengan aliran data yang masuk dan keluar pada level n+1. Dimana level n+1 tersebut mendefinisikan sub-proses pada level n tersebut. • Penyimpanan yang muncul pada level n harus didefinisikan kembali pada level n+1, sedangkan penyimpanan yang muncul pada level n tidak harus muncul pada level n-1 karena penyimpanan tersebut bersifat lokal. • Ketika mulai menurunkan DFD dari level tertinggi, cobalah untuk mengidentifikasi external events dimana sistem harus memberikan respon. External events dalam hal ini berarti suatu kejadian yang berkaitan dengan pengolahan data di luar sistem, dan menyebabkan sistem kita memberikan respon.  Jangan menghubungkan langsung antara satu penyimpanan dengan penyimpanan lainnya (harus melalui proses).  Jangan menghubungkan langsung dengan tempat penyimpanan data dengan entitas eksternal / terminator (harus melalui proses), atau sebaliknya.  Jangan membuat suatu proses menerima input tetapi tidak pernah mengeluarkan output yang disebut dengan istilah “black hole”.  Jangan membuat suatu tempat penyimpanan menerima input tetapi tidak pernah digunakan untuk proses.  Jangan membuat suatu hasil proses yang lengkap dengan data yang terbatas yang disebut dengan istilah “magic process”.  Jika terdapat terminator yang mempunyai banyak masukan dan keluaran, diperbolehkan untuk digambarkan lebih dari satu sehingga mencegah penggambaran yang terlalu rumit, dengan memberikan tanda asterik ( * ) atau garis silang ( # ), begitu dengan bentuk penyimpanan.  Aliran data ke proses dan keluar sebagai output keterangan aliran data berbeda. DFD Fisik Adalah representasi grafik dari sebuah sistem yang menunjukan entitas-entitas internal dan eksternal dari sistem tersebut, dan aliran-aliran data ke dalam dan keluar dari entitas-entitas tersebut. Entitas-entitas internal adalah personel, tempat (sebuah bagian), atau mesin (misalnya, sebuah komputer) dalam sistem tersebut yang mentransformasikan data. Maka DFD fisik tidak menunjukkan apa yang dilakukan, tetapi menunjukkan dimana, bagaimana, dan oleh siapa proses-proses dalam sebuah sistem dilakukan. (Tidak Bahas). Perlu diperhatikan didalam memberikan keterangan di lingkaran-lingkaran (simbol proses) dan aliran-aliran data (simbol aliran data) dalam DFD fisik menggunakan label/keterangan dari kata benda untuk menunjukan bagaimana sistem mentransmisikan data antara lingkaran-lingkaran tersebut. Misal : Aliran Data : Kas, Formulir 66W, Slip Setoran Proses : Cleck Penjualan, Kasir, Pembukuan, dll. DFD Logis Adalah representasi grafik dari sebuah sistem yang menunjukkan proses-proses dalam sistem tersebut dan aliran-aliran data ke dalam dan ke luar dari proses-proses tersebut. Kita menggunakan DFD logis untuk membuat dokumentasi sebuah sistem informasi karena DFD logis dapat mewakili logika tersebut, yaitu apa yang dilakukan oleh sistem tersebut, tanpa perlu menspesifikasi dimana, bagaimana, dan oleh siapa proses-proses dalam sistem tersebut dilakukan. Keuntungan dari DFD logis dibandingkan dengan DFD fisik adalah dapat memusatkan perhatian pada fungsi-funsi yang dilakukan sistem. Perlu diperhatikan di dalam pemberian Keterangan/ Label; • Lingkaran-lingkaran (simbol proses) menjelaskan apa yang dilakukan sistem Misal : Menerima Pembayaran, Mencatat Penjualan, Membandingkan kas dan Daftar Penerimaan, Mempersiapkan Setoran, dll. • Aliran-aliran data (simbol aliran data) menggambarkan sifat data. Misal : Pembayaran (bukan “Cek”, “Kas”, “ Kartu Kredit” Jurnal Penjualan (bukan “Buku Penjualan”), dll Usulan dari analis ( berupa DFD dalam bab 4 ), beberapa hal yang umum yang mendapat perhatian dalam mendesain baru tersebut ialah:  Menggabungkan beberapa tugas menjadi Satu  Master Detail Update  Meminimalkan tugas-tugas yang tidak penting  Menghilangkan tugas-tugas yang duplikat  Menambahkan proses baru  Meminimalkan proses input  Menetapkan bagian mana yang harus dikerjakan komputer dan bagian mana yang harus dikerjakan manua

Selasa, 10 April 2012

Cara membuka Tabungan

Makin canggih ajah BCA sekarang ini. Kalo anda ingin Buka Rekening Tabungan BCA via Internet atau bahasa kerennya Membuat Rekening Tabungan BCA Secara Online. Kita ngga perlu susah susah lagi untuk daftar dan membuat rekening di BCA. Tinggal Isi formulir yang di sediakan dan kita nyetorin tanda bukti serta Setoran Awal, kita sudah bisa menjadi Nasabah diBank Central Asia ini. Cara ini memungkinkan anda tidak usah antri dalam membuat tabungan di BCA dan tidak harus mengantri ambil formulir di teller seperti biasanya.


Buka Rekening Tabungan BCA via Internetmerupakan inovasi online yang ditawarkan dari pihak BCA untuk meningkatkan pelayanan dalam mempermudah para nasabah dalam mendaftar di BCA. Tentunya tidak langsung menjadi nasabah di Bank BCA, karena kita mesti menyerahkan Setoran Awal minimum Rp.500.000 (untuk tahapan BCA) Setoran awal minimum Rp. 5 Juta (untuk Tapres BCA) Setoran awal minimum: USD 100 atau SGD 200 (untuk BCA Dollar) dan bukti identitas untuk memastikan Nama serta Alamat. Untuk lebih lengkapnya saya sertakan Cara Mendaftar Rekening Tabungan BCA dan informasi yang berhubungan dengan Membuat Rekening Tabungan BCA Secara Online:

1.- Buka Halaman Pendaftaran Online Rekening BCA di :

http://www.klikbca.com/

2.- Pilih Menu "Aplikasi Online" di Halaman Website BCA


3.- Pilih Jenis Tabungan BCA yang akan di buka


4.- Pilih Menu Persetujuan di Pembukaan Rekening BCA "Baca baik-baik informasi di menu persetujuan sebelum mengekliknya".
1. Pengisian formulir melalui situs KlikBCA ini hanya bertujuan untuk mempermudah Pemohon dalam melakukan pembukaan rekening di Kantor Cabang BCA. Pemohon tetap harus datang ke Kantor Cabang BCA untuk melakukan pembukaan rekening.
2. Setelah melakukan pengisian formulir pada situs KlikBCA ini, Pemohon dapat melakukan pembukaan rekening di Kantor Cabang BCA tertentu. Untuk mengetahui Kantor Cabang BCA dimaksud silakan klik link KANTOR CABANG BCA
3. Pemohon wajib terlebih dahulu membaca dan memahami informasi produk simpanan yang ditampilkan pada situs KlikBCA ini sebelum mengajukan permohonan pembukaan rekening di Kantor Cabang BCA.
4. Pemohon wajib membawa dokumen-dokumen berikut pada saat datang ke Kantor Cabang BCA untuk melakukan pembukaan rekening:
a. Bukti nomor referensi dari formulir yang telah diisi;
b. Bukti identitas diri yang masih berlaku berupa KTP/SIM/PASPOR;
c. Resi perpanjangan dari instansi terkait (bila kartu identitas dalam proses perpanjangan);
d. Surat keterangan domisili apabila:
 Alamat yang tercantum dalam KTP Pemohon daerahnya berbeda dengan daerah Kantor Cabang BCA tempat rekening dibuka; dan
 Pemohon tidak memiliki dokumen pendukung identitas lain atau nama dan atau alamat yang tercantum dalam dokumen pendukung identitas lainnya berbeda dengan yang tertera di KTP;
e. Dokumen pendukung lainnya (apabila ada) sesuai ketentuan yang berlaku di BCA;
5. Atas pertimbangan tertentu, BCA berhak untuk menolak permohonan pembukaan rekening yang diajukan oleh Pemohon.
Untuk mendapatkan keterangan lebih lanjut mengenai persyaratan pembukaan rekening di BCA, silakan hubungi Kantor Cabang BCA terdekat atau Halo BCA di nomor 500888 atau (021) 500888 via ponsel.
5.- Mengisi Formulir di eForm BCA.



Setelah anda mengisi Form klik menu kirim. untuk memastikan form anda benar maka dari BCA akan menampilkan hasil akhir pendaftaran disertai permintaan Kode verifikasi untuk kita tulis sebelum mengirimkan hasil form:



6.- Menyimpan Nomor Referensi dan Hasil pendaftaran



Apabila anda telah mengisi formulir dengan benar maka anda akan mendapatkan "Bukti Nomor Referensi" dalam bentuk PDF file, yang nantinya di bawa ke Bank yang ada dalam Kantor Cabang BCA (Bank BCA terdekat dengan rumah anda). Perlu di perhatikan Nomor Referensi akan berlaku selama 10 hari sesuai dengan tanggal pendaftaran online, apabila 10 hari tidak ada konfirmasi ke Bank BCA maka pendaftaran online akan dibatalkan atau mendaftar lagi. DONE ! ;)

Mudah bukan untuk Buka Rekening Tabungan BCA via Internet, apabila anda tertarik silahkan Membuat Rekening Tabungan BCA Secara Online. Apabila and telah memiliki Rekening BCA tentu akan sangat bermanfaat sekali untuk Bisnis Online dan Usaha lainnya yang menggunakan Online Banking guna mempercepat transaksi.

Senin, 19 Maret 2012

PROSEDUR PEMBUATAN REKENING

Untuk membuka rekening bank dalam bentuk tabungan di wilayah negara Indonesia sebaiknya kita mempersiapkan persyaratan yang biasanya diperlukan untuk membuka rekening baru. Syarat-syarat umum yang diperlukan adalah :
- KTP / SIM / Kartu Pelajar / bukti identitas lainnya
- Membawa uang setoran awal sesuai aturan yang ditetapkan bank
- Membayar biaya yang telah ditentukan oleh pihak bank
- Tanda tangan sesuai kartu identitas
Setelah kita mempersiapkan persyaratan yang secara umum nantinya akan diminta oleh pegawai bank untuk administrasi pendaftaran nasabah baru kita mendatangi bank yang akan kita buat tabungan barunya. Pilihlah bank yang baik dan terbukti bagus oleh masyarakat.
Jika anda datang pertama kali ke bank tersebut, tanyalah kepada satpam atau petugas lainnya yang bisa ditanyai tentang maksud kedangan anda, yaitu membuat rekening tabungan baru. Petugas yang ada akan membantu anda ke tempat pembuatan rekening baru.
Pada saat anda membuat rekening baru biasanya anda akan dimintai ktp asli anda dan anda diwajibkan mengisi berbagai beberapa lembar formulir yang cukup melelahkan. Selanjutnya anda akan diminta tanda tangan didepan petugas bank. Usahakan jangan berbeda sekali dengan yang ada di kartu identitas anda, karena anda bisa dicurigai melakukan tindakan kriminal. Jika agak berbeda biasanya anda akan diminta tanda tangan lagi sampai mirip.
Setelah semua urusan administratif selesai, maka anda nanti akan mendapatkan buku tabungan dan diharuskan menyetor uang seturan awal secara tunai di kasir bank. Beberapa bank akan mungkin membebani anda dengan biaya lain seperti biaya materai dan sebagainya.
Beberapa bank bisa membuat kartu atm di hari itu juga, namun ada juga yang mengharuskan anda menunggu beberapa hari kerja untuk menunggu kartu atm anda selesai di proses. Kelebihan yang beberapa hari proses adalah pada kartu atm anda bisa terpampang nama anda pada kartu tersebut. Jika bank tersebut bisa membuat kartu atm di hari yang sama, uruslah. Tetapi jika harus ditunggu beberapa hari kerja, anda sebaiknya menunggu sesuai anjuran dan datang kembali di lain waktu.
Ketika kartu atm dari bank anda terima sebaiknya anda periksa dan dicoba dahulu agar tidak usah bolak-balik jika ada masalah. Segera ganti pin pada kartu atm anda dari pin default awal yang diberikan bank secara tertulis dan rahasia. Ganti dengan pin yang mudah anda ingat tetapi sulit ditebak orang lain. Setelah semua selesai anda kini sudah memiliki rekening bank baru yang siap anda gunakan untuk berbagai keperluan anda.

Senin, 12 Maret 2012

PHP

Beberapa kelebihan PHP dari bahasa pemrograman web, antara lain:

1.Bahasa pemrograman PHP adalah sebuah bahasa script yang tidak melakukan sebuah kompilasi dalam penggunaanya.'
2.Web Server yang mendukung PHP dapat ditemukan dimana - mana dari mulai apache, IIS, Lighttpd, hingga Xitami dengan konfigurasi yang relatif mudah.'
3.Dalam sisi pengembangan lebih mudah, karena banyaknya milis - milis dan developer yang siap membantu dalam pengembangan.'
4.Dalam sisi pemahamanan, PHP adalah bahasa scripting yang paling mudah karena memiliki referensi yang banyak.
5.PHP adalah bahasa open source yang dapat digunakan di berbagai mesin (Linux, Unix, Macintosh, Windows) dan dapat dijalankan secara runtime melalui console serta juga dapat menjalankan perintah-perintah system.


PHP memiliki 8 (delapan) tipe data yaitu :

Integer
Double
Boolean
String
Object
Array
Null
Nill
Resource